Harga Emas Mencapai Rekor Tertinggi Sepanjang Masa: Dampaknya pada Emiten dan Saham Terkait

0 Comments

RedaksiBali.com – Harga emas mencatat rekor tertinggi sepanjang masa, mencapai level 2.148 dolar AS per ounce dalam perdagangan intraday pada Senin (4/12). Meskipun kemudian melemah ke level 2.072 dolar AS per ounce, capaian ini menunjukkan reli yang kuat sejak awal Oktober 2023. Beberapa faktor sentimen telah mendorong kenaikan harga emas ini.

Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Salah satu faktor penting yang mendorong harga emas adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Kepala The Fed, Jerome Powell, baru-baru ini mengindikasikan bahwa risiko pengetatan moneter yang berlebihan atau kurang ketat telah mencapai titik keseimbangan. Pelaku pasar menafsirkan hal ini sebagai sinyal bahwa suku bunga The Fed telah mencapai puncaknya. Analisis dari CME FedWatch Tool juga menunjukkan probabilitas pemangkasan suku bunga pada Maret 2024 mencapai 60,2%. Dalam konteks ini, pemangkasan suku bunga dapat memberikan dampak positif pada harga emas karena mengurangi opportunity cost untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Konflik Timur Tengah

Eskalasi konflik di Timur Tengah sejak awal Oktober 2023 juga menjadi faktor pendukung kenaikan harga emas. Konflik geopolitik sering kali mendorong kenaikan harga emas karena meningkatkan permintaan terhadap instrumen aset yang dianggap aman. Emas sering kali dianggap sebagai aset safe-haven dalam situasi ketidakpastian global.

baca juga :

Sri Mulyani: Jepang, Inggris, dan Sejumlah Negara Maju Resesi, Mereka Lemah!

Harga Beras Melonjak di Semarang, Tembus Rp 21.000 Per Kg

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.349 Triliun di Akhir 2023

Dampak Kenaikan Harga Bahan Pokok dan Kelangkaan Pangan Jelang Pemilu

Proyeksi Pembelian Emas oleh Bank Sentral

Survei terbaru dari World Gold Council menunjukkan bahwa sekitar 24% bank sentral di seluruh dunia berencana meningkatkan cadangan emas mereka. Hal ini dipicu oleh prospek penurunan indeks dolar AS (DXY) dan potensi pemangkasan suku bunga The Fed. Para ahli juga memproyeksikan kenaikan harga emas akan terus terjadi pada tahun 2024. Heng Koon How, Head of Market Strategy, Global Economic and Markets Research dari UOB, memperkirakan emas dapat mencapai level 2.200 dolar AS per ounce pada akhir 2024. Proyeksi ini didasarkan pada antisipasi pelemahan dolar AS dan pemangkasan suku bunga The Fed yang diharapkan terjadi sepanjang tahun 2024.

Dampak Kenaikan Harga Emas pada Emiten

Kenaikan emas memiliki potensi untuk meningkatkan profitabilitas emiten-emiten produsen emas melalui kenaikan harga jual rata-rata (ASP). Beberapa emiten yang terpengaruh adalah ARCI, BRMS, ANTM, dan MDKA. Pada periode 9M23, segmen emas memberikan kontribusi yang signifikan terhadap total pendapatan emiten-emiten ini. Saham-saham terkait yang dapat dipertimbangkan oleh investor adalah ARCI, MDKA, BRMS, PSAB, dan ANTM.

Proyeksi Harga Emas dan Laba Bersih Emiten

Proyeksi kenaikan emas pada tahun 2024 berdampak pada proyeksi laba bersih emiten. Sebagai contoh, kami memperkirakan laba bersih ARCI akan meningkat lebih dari 3 kali lipat secara YoY pada FY24. Kombinasi kenaikan emas dan peningkatan volume produksi akan menjadi faktor utama dalam pertumbuhan laba bersih ini.

Dalam kesimpulannya, emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dan terus mengalami reli sejak awal Oktober 2023. Faktor-faktor seperti pemangkasan suku bunga The Fed, konflik Timur Tengah, dan proyeksi pembelian emas oleh bank sentral telah mendorong kenaikan emas. Kenaikan ini memiliki dampak positif pada emiten-emiten produsen emas dan saham terkait seperti ARCI, MDKA, BRMS, PSAB, dan ANTM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts