Potensi Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Perdagangan Hari Ini

0 Comments

Redaksibali.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak dalam kecenderungan menguat pada sepanjang perdagangan hari ini. Diperkirakan bahwa IHSG akan berada di kisaran 6.850–7.000. Menurut pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto, kesimpulan dari perdagangan sebelumnya menunjukkan bahwa IHSG tidak segera menutup gap pada 6.886 seperti yang mungkin sebagian dari kita duga. Meskipun demikian, situasi ini cukup bagus walaupun masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah nilai transaksi IHSG yang kembali berada di bawah Rp10 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih belum sepenuhnya aktif. Selain itu, IHSG juga dipaksa untuk bertahan di atas level 6.900 dengan adanya intraday gap pada akhir perdagangan kemarin. Hal ini menunjukkan bahwa IHSG masih memiliki beberapa tantangan yang perlu diatasi.

baca juga :

Sri Mulyani: Jepang, Inggris, dan Sejumlah Negara Maju Resesi, Mereka Lemah!

Harga Beras Melonjak di Semarang, Tembus Rp 21.000 Per Kg

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.349 Triliun di Akhir 2023

Dampak Kenaikan Harga Bahan Pokok dan Kelangkaan Pangan Jelang Pemilu

Menurut William, perdagangan kemarin sudah cukup menjadi indikasi bahwa gap 6.886 tidak akan segera ditutup. Ini berarti kita tidak perlu memaksakan penutupan gap sebagai syarat untuk menganggap pasar aman. Anda tetap bisa bertransaksi saham sambil menunggu penutupan gap yang bisa terjadi kapan saja.

Dari segi faktor teknikal, IHSG belum menyelesaikan pengujian support 6.900. Penguatan pada perdagangan Kamis kemarin hanya terjadi secara intraday, dan IHSG masih memiliki gap pada level 6.886. Meskipun belum ada kepastian mengenai penutupan gap ini dalam waktu dekat, namun terlihat jelas bahwa support pertama pada 6.900 masih belum mampu dipertahankan sepenuhnya.

Sementara itu, dari segi sentimen, belum ada sentimen baru yang perlu diperhatikan. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam kondisi stabil dan belum ada faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG secara signifikan.

Pada perdagangan Kamis (16/11/2023), IHSG ditutup melemah sebesar 0,19 poin menuju 6.958. Dalam perdagangan tersebut, terdapat 218 saham yang menguat, 290 saham yang menurun, dan 240 saham yang tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi mencapai Rp8,8 triliun di semua market.

Berikut ini adalah beberapa saham yang secara teknikal bisa dicermati:

  • PTMP: Buy, support 199, resistance 210. Penguatan konsisten di atas support MA5 dan MA20 (trend following).
  • SIDO: Buy, support 486, resistance 505. Pembentukan pola double bottom, potensi menguat dengan neckline 505.
  • NFCX: Buy, support 6.100, resistance 6.900. Pembentukan pola triangle dan indikasi menguat terlihat dari bullish divergence pada MACD.
  • AMRT: Buy, support 2.850, resistance 3.000. Pergerakan higher low dan konsisten di atas support MA5 dan MA20 (trend following).

Demikianlah informasi mengenai potensi kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini. Tetaplah mengikuti perkembangan pasar dan lakukan analisis yang matang sebelum melakukan transaksi saham. Selalu ingat bahwa investasi saham memiliki risiko, sehingga penting untuk melakukan diversifikasi dan mengikuti strategi yang sesuai dengan profil risiko Anda. Semoga sukses dalam berinvestasi!

Siplah Umah IT
Umah IT
adaru bhumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts